QRIS Go International! Jepang Kini Terima Pembayaran QRIS, Plus Tips Bikin Paspor
Wah, kabar gembira buat kamu yang hobi jalan-jalan ke luar negeri! Sistem pembayaran digital kebanggaan Indonesia, QRIS, kini sudah resmi bisa digunakan di Jepang, lho! Ini adalah langkah maju yang luar biasa, menunjukkan bagaimana teknologi pembayaran kita semakin mendunia dan mempermudah transaksi para traveler. Tentunya, untuk bisa menikmati kemudahan ini dan menjelajah Negeri Sakura, kamu wajib punya paspor. Yuk, kita kupas tuntas kemudahan QRIS dan panduan lengkap bikin paspornya!
QRIS Melangkah Lebih Jauh ke Negeri Sakura¶
Bayangkan saja, mau jajan takoyaki di Dotonbori atau beli oleh-oleh di Shibuya, kamu nggak perlu lagi repot-repot tukar mata uang Yen dalam jumlah banyak atau khawatir kembalian. Cukup scan pakai aplikasi pembayaran yang biasa kamu pakai di Indonesia, dan voila! Transaksi beres dalam sekejap. Ini dia kemudahan yang ditawarkan QRIS.
Peresmian penggunaan QRIS di Jepang ini bertepatan dengan momen spesial, yaitu peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu. Sebuah kado kemerdekaan yang manis bagi para pengguna QRIS! Ini juga menandai babak baru bagi QRIS, karena Jepang menjadi negara non-ASEAN pertama yang menerima pembayaran ini, setelah sebelumnya sukses diterapkan di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Jadi, bisa dibilang QRIS kita ini sudah Go International banget!
Di tahap awal ini, QRIS bisa digunakan di sekitar 35 merchant yang tersebar di Jepang. Kamu cukup memindai JPQR Global menggunakan aplikasi pembayaran domestikmu. Meskipun masih terbatas, perluasan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi apik antara Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Harapannya tentu saja untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi bertransaksi, sekaligus mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang.
Ke depan, jangkauan merchant di Jepang bakal terus diperluas, jadi kita semakin mudah bertransaksi di sana. Nggak cuma itu, implementasinya juga akan diperluas agar merchant di Indonesia bisa menerima pembayaran dari wisatawan Jepang yang memindai QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara mereka. Ini namanya simbiosis mutualisme!
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat peluncuran program ini, menegaskan bahwa ini adalah tonggak penting dalam sejarah sistem pembayaran nasional Indonesia. Menurut beliau, QRIS yang diluncurkan enam tahun lalu sudah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital. Terbukti, saat ini QRIS sudah punya 57 juta pengguna dan semakin memperkuat kedaulatan ekonomi digital Indonesia.
Pengembangan fitur QRIS ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya tentu saja untuk memperluas akseptansi dan mendukung inklusi ekonomi serta keuangan digital. Salah satu inovasi paling keren adalah fitur QRIS Antarnegara yang sedang kita bahas ini. Keberhasilan peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia-Jepang ini adalah buah dari sinergi lintas otoritas. Melibatkan Bank Indonesia, ASPI (termasuk penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran anggotanya), Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Payment Japan Association (PJA), Netstars, serta berbagai lembaga keuangan yang berpartisipasi. BI berkomitmen untuk terus berinovasi dan bekerja sama dengan industri sistem pembayaran serta masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
Waktunya Bikin Paspor: Panduan Lengkap Anti Ribet!¶
Setelah yakin QRIS sudah ready buat dipakai di Jepang, langkah selanjutnya yang nggak kalah penting adalah menyiapkan diri. Dan yang paling utama: punya paspor! Tanpa dokumen sakti ini, jangankan pakai QRIS, masuk ke Jepang saja tidak bisa. Nah, buat kamu yang baru mau bikin atau mau memperpanjang, yuk simak panduan lengkap cara dan biaya membuat paspor tahun 2025.
Syarat Pembuatan Paspor yang Perlu Kamu Siapkan¶
Mengurus paspor sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan, apalagi sekarang sudah banyak kemudahan. Kunci utamanya adalah menyiapkan semua dokumen persyaratan dengan lengkap dan benar. Dokumen ini menjadi bukti identitas dan kewarganegaraanmu, jadi pastikan semuanya valid ya.
1. Syarat Pembuatan Paspor untuk WNI (Dewasa) di Indonesia¶
Bagi kamu yang berdomisili di Indonesia, permohonan paspor bisa diajukan ke kantor imigrasi terdekat. Pastikan semua dokumen di bawah ini sudah siap sedia:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang Masih Berlaku: Ini adalah identitas utama. Pastikan data di KTP sudah sesuai dengan data diri terbaru. Kalau ada surat keterangan pindah keluar negeri juga bisa dilampirkan.
- Kartu Keluarga (KK): Dokumen ini menunjukkan hubungan kekerabatan dan status keluargamu.
- Akta Kelahiran, Akta Perkawinan/Buku Nikah, Ijazah, atau Surat Baptis: Pilih salah satu saja yang bisa membuktikan data nama lengkap, tanggal lahir, dan tempat lahir. Dokumen ini sangat penting untuk verifikasi data dasar diri.
- Surat Pewarganegaraan Indonesia (bagi WNA yang menjadi WNI): Jika kamu adalah warga asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses pewarganegaraan, surat ini wajib dilampirkan.
- Surat Penetapan Ganti Nama dari Pejabat Berwenang: Jika kamu pernah mengganti nama secara resmi, dokumen ini harus disertakan sebagai bukti.
- Paspor Biasa Lama: Bagi kamu yang sudah punya paspor sebelumnya dan ingin memperpanjang, paspor lama wajib dibawa.
2. Syarat Pembuatan Paspor untuk Anak WNI di Indonesia¶
Anak-anak juga butuh paspor sendiri lho kalau mau ke luar negeri. Jangan sampai salah ya, dokumen yang dibutuhkan sedikit berbeda dari dewasa.
- KTP Ayah atau Ibu yang Masih Berlaku: Atau surat keterangan pindah ke luar negeri.
- Kartu Keluarga (KK): Untuk menunjukkan hubungan anak dengan orang tua.
- Akta Kelahiran atau Surat Baptis Anak: Bukti identitas dasar anak.
- Akta Perkawinan atau Buku Nikah Orang Tua: Untuk memverifikasi status pernikahan orang tua.
- Surat Penetapan Ganti Nama dari Pejabat Berwenang: Jika nama anak pernah diganti secara resmi.
- Paspor Biasa Lama (jika ada): Apabila anak sudah pernah punya paspor sebelumnya.
3. Syarat Pembuatan Paspor untuk WNI (Dewasa) yang Berdomisili di Luar Negeri¶
Bagi WNI yang tinggal di luar negeri, pengajuan paspornya dilakukan di Perwakilan Republik Indonesia (KBRI/KJRI) di negara tempat kamu berdomisili.
- Kartu Penduduk Negara Setempat: Atau bukti lain yang menunjukkan kamu bertempat tinggal resmi di negara tersebut.
- Paspor Biasa yang Lama: Untuk perpanjangan paspor yang sudah ada.
4. Syarat Pembuatan Paspor untuk Anak WNI yang Berdomisili di Luar Negeri¶
Sama seperti dewasa, anak WNI yang tinggal di luar negeri juga punya syarat khusus untuk paspornya.
- Paspor Biasa Ayah dan/atau Ibu Warga Negara Indonesia: Untuk membuktikan kewarganegaraan orang tua.
- Surat Keterangan Lahir dari Perwakilan Republik Indonesia: Surat ini diterbitkan oleh KBRI/KJRI di negara tempat anak lahir.
Pastikan semua dokumen ini asli dan fotokopinya juga disiapkan, ya. Petugas imigrasi biasanya akan meminta menunjukkan dokumen asli untuk verifikasi.
Cara Pembuatan Paspor Online via Aplikasi M-Paspor¶
Sekarang, bikin paspor semakin mudah berkat aplikasi M-Paspor. Kamu bisa mengatur jadwal dan mengunggah dokumen dari genggaman tanganmu. Meski begitu, tetap ada proses tatap muka di kantor imigrasi untuk verifikasi akhir.
Berikut langkah-langkah mudahnya:
- Unduh Aplikasi M-Paspor: Pertama-tama, pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi “M-Paspor” di smartphone-mu, tersedia di Google Playstore (Android) maupun Appstore (iOS). Aplikasi ini jadi gerbang utama pengajuan paspor secara online.
- Daftar Akun Baru: Setelah menginstal, buka aplikasi dan pilih “Daftar Akun”. Isi data diri yang diminta dengan lengkap dan benar pada formulir pendaftaran. Setelah itu, klik “Daftar”. Sistem akan mengirimkan kode OTP ke alamat email yang kamu daftarkan. Masukkan kode OTP tersebut di aplikasi untuk memverifikasi akunmu.
- Ajukan Permohonan Paspor: Di halaman beranda aplikasi, pilih menu “Pengajuan Permohonan”. Kamu akan diminta untuk mengisi kuesioner dengan informasi yang akurat dan mengunggah foto berkas persyaratan yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Pastikan foto dokumen jelas dan terbaca ya. Jika kamu ingin mengajukan paspor untuk beberapa orang (misalnya untuk keluarga), kamu bisa klik “Tambah Pemohon” di sisi kanan atas. Setelah semua data terisi dan dokumen terunggah, klik “Lanjutkan”.
- Pilih Lokasi Kantor Imigrasi dan Jadwal: Tahap ini adalah menentukan kapan dan di mana kamu akan datang ke kantor imigrasi untuk proses selanjutnya. Pilih lokasi kantor imigrasi yang paling dekat atau paling nyaman bagimu, lalu pilih jadwal kedatangan yang kosong. Ini penting karena kuota antrean terbatas.
- Tahap Pembayaran: Setelah memilih lokasi dan tanggal kedatangan, aplikasi akan menampilkan informasi paspor dan kamu bisa mengklik untuk mendapatkan faktur dalam bentuk PDF. Faktur ini berisi kode billing atau MPN G2 yang akan kamu gunakan untuk pembayaran. Pembayaran ini harus segera dilakukan setelah kamu submit data permohonan. Jangan menunda-nunda ya, karena kalau tidak dibayar, permohonanmu bisa hangus.
- Perubahan Jadwal (Opsional): Menariknya, meskipun kamu sudah menyelesaikan pembayaran, aplikasi M-Paspor memberikan fleksibilitas untuk mengubah tanggal kedatangan ke kantor imigrasi. Cukup klik informasi permohonan di halaman utama aplikasi, dan kamu bisa memilih jadwal lain yang tersedia. Fitur ini sangat membantu jika ada keperluan mendadak.
- Verifikasi dan Wawancara di Kantor Imigrasi: Ini adalah tahap terakhir dan paling krusial. Pada jadwal yang sudah kamu pilih, datanglah ke kantor imigrasi dengan membawa semua berkas persyaratan asli yang sudah kamu unggah sebelumnya. Di sana, kamu akan melalui proses verifikasi data, pengambilan sidik jari, dan wawancara singkat dengan petugas. Pastikan kamu berpakaian rapi dan sopan. Setelah semua proses selesai, kamu bisa menyampaikan kepada petugas apakah kamu ingin paspor dikirimkan via kantor pos ke rumah atau alamat lain, atau diambil langsung setelah jadi.
Pilihan Pembayaran Paspor yang Mudah¶
Pembayaran biaya paspor kini sangat fleksibel dan bisa dilakukan melalui berbagai kanal. Ini dia beberapa cara populer:
Cara Bayar Paspor Lewat M-Banking BCA¶
Jika kamu pengguna BCA, membayar paspor via m-banking sangatlah praktis.
- Buka aplikasi BCA Mobile di smartphone-mu.
- Pilih menu “KlikBCA” (atau mungkin langsung menu “M-Transfer” lalu “Pembayaran” tergantung update aplikasi).
- Login dengan memasukkan user ID dan PIN internet banking BCA-mu.
- Pilih menu “Pembayaran”.
- Kemudian pilih menu “Pajak”.
- Pilih menu “Penerimaan Negara” pada kolom jenis pajak.
- Masukkan kode billing atau MPN G2 yang kamu dapatkan dari aplikasi M-Paspor ke kolom yang tersedia.
- Konfirmasi pembayaran, lalu masukkan kode yang muncul dari KeyBCA (jika menggunakan KeyBCA) atau kode otentikasi lainnya. Pembayaranmu pun sukses!
Cara Bayar Paspor Online via ATM BCA¶
Selain m-banking, pembayaran juga bisa dilakukan di ATM BCA terdekat.
- Masukkan kartu debit BCA-mu ke mesin ATM dan ketik PIN.
- Pilih menu “Pembayaran”.
- Kemudian pilih menu “MPN/Pajak”.
- Pilih menu “Penerimaan Negara”, lalu masukkan Kode Billing atau MPN G2 yang sudah kamu miliki. Ikuti instruksi selanjutnya di layar ATM hingga transaksi selesai.
Selain BCA, kamu juga bisa membayar melalui teller bank lain, ATM bank lain, Pos Indonesia, atau minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Cukup tunjukkan kode billing yang kamu dapatkan dari aplikasi M-Paspor.
Biaya Pembuatan Paspor Terbaru 2025¶
Nah, ini dia detail biaya pembuatan paspor yang berlaku di tahun 2025, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia:
| Jenis Paspor | Masa Berlaku | Biaya per Penerbitan |
|---|---|---|
| Paspor Biasa Non-Elektronik | Maksimal 5 tahun | Rp 350.000 |
| Paspor Biasa Non-Elektronik | Maksimal 10 tahun | Rp 650.000 |
| Paspor Elektronik (E-Paspor) | Maksimal 5 tahun | Rp 650.000 |
| Paspor Elektronik (E-Paspor) | Maksimal 10 tahun | Rp 950.000 |
| Layanan Percepatan Pembuatan Paspor (Selesai di Hari yang Sama) | - | Rp 1.000.000 |
Perlu diingat, paspor elektronik (e-paspor) memiliki keunggulan tersendiri, seperti adanya chip berisi data biometrik yang membuatnya lebih aman dan memudahkan proses imigrasi di beberapa negara yang mendukung e-gate. Masa berlaku paspor kini juga lebih panjang, yaitu hingga 10 tahun, sangat menguntungkan bagi kamu yang sering bepergian.
Layanan percepatan pembuatan paspor adalah opsi yang cocok jika kamu punya kebutuhan mendesak dan butuh paspormu jadi di hari yang sama. Tentu saja dengan biaya tambahan yang berbeda dari pembuatan paspor reguler.
Jadi, tunggu apa lagi? Dengan QRIS yang sudah Go International ke Jepang, dan proses pembuatan paspor yang semakin mudah, impianmu untuk menjelajah Negeri Sakura semakin dekat jadi kenyataan! Jangan lupa siapkan semua dokumen dan nikmati kemudahan transaksi di sana.
Bagaimana menurutmu tentang perluasan QRIS ke Jepang ini? Apakah kamu punya pengalaman seru menggunakan QRIS di luar negeri? Atau ada tips bikin paspor yang ingin kamu bagikan? Yuk, ceritakan di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar