Pengen Jadi Semangka? Review Buku Unik Ini Bikin Mikir Keras!

Gimana kabarnya, Grameds? Semoga di tengah kesibukan atau mungkin hiruk pikuk yang bikin mumet, kamu tetap dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Hidup itu kadang nggak gampang, banyak aja tantangan dan kesulitan yang datang silih berganti. Tapi, jangan pernah lupakan satu hal: kamu itu berharga banget, meskipun kadang banyak orang di sekitar yang mungkin nggak melihatnya. Jangan gampang putus asa, ya!
Pernah nggak sih kamu iseng membayangkan, kalau nanti ada kehidupan lagi setelah ini, kamu pengen lahir jadi apa? Mungkin jadi bunga mawar yang indah dan disukai banyak orang? Atau jadi pohon rindang yang meneduhkan? Bisa juga jadi kucing lucu yang kerjanya cuma rebahan? Atau malah jadi buah manis yang bisa bikin orang senyum pas makan? Ternyata, apa yang kamu bayangkan itu bisa jadi cerminan dari kehidupanmu yang sekarang, lho. Menarik kan?
Nah, kali ini ada satu buku yang pas banget buat nemenin kamu mikirin arti kehidupan, bangkit dari rasa keterpurukan, dan belajar bersyukur sama apa yang udah kamu punya. Judulnya unik banget: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya. Buku ini ditulis sama dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, dokter spesialis kejiwaan yang kece. Gramedia Pustaka Utama yang nerbitin buku setebal 224 halaman ini pada tanggal 4 Februari 2025. Gramin udah rangkum sinopsis dan ulasannya spesial buat kamu. Yuk, simak sampai habis!
Mengenal dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ – Penulis Buku yang Mengajak Kita Refleksi¶
Sebelum nyelam lebih dalam ke isi bukunya, kenalan dulu yuk sama penulisnya. Beliau adalah dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, seorang dokter spesialis kedokteran jiwa. Keren ya, dokter jiwa yang nulis buku tentang makna hidup. Beliau menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, salah satu kampus terbaik di negeri ini. Kalau kamu di Jakarta Utara atau Bekasi, mungkin bisa coba cari jadwal praktik beliau di Rumah Sakit Smart Mind Center Gading Pluit atau Eka Hospital Bekasi.
Dr. Andreas ini spesialis banget buat bantu kamu yang lagi ngalamin gangguan tidur, depresi, bipolar, atau anak yang hiperaktif. Beliau juga siap dengerin keluh kesahmu soal kecemasan, fobia, sampai masalah dalam hubungan dan perkawinan. Intinya, segala sesuatu yang berhubungan sama pikiran, perasaan, dan tingkah laku manusia itu keahlian beliau. Pendekatan yang dipakai juga macem-macem, lho. Ada Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Psychodynamic Psychotherapy, Dialectical Behavioral Therapy (DBT), sampai Mindfulness. Lengkap banget kan ilmunya?
Selain praktik dan ketemu pasien langsung, dr. Andreas juga aktif banget di organisasi profesi, kayak Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia. Nggak cuma itu, beliau juga eksis di dunia maya! Sering banget lho bikin konten-konten bermanfaat buat netizen, terutama yang lagi overthinking. Beliau bahkan punya julukan sendiri buat para pengikutnya, yaitu #Sobatoverthinking. Kalau kamu kepo pengen kenal lebih jauh sama dokter gaul ini, bisa langsung meluncur ke Instagram beliau di @dr.ndreamon atau di X (Twitter) dengan username @ndreamon. Konten-kontennya seringkali relatable dan bikin tercerahkan.
Sinopsis Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya¶
Coba deh jawab cepet pertanyaan ini: Kalau kamu dikasih kesempatan buat lahir lagi ke dunia ini, tapi jadi makhluk lain, kamu mau jadi apa? Pertanyaan sederhana ini ternyata sering dilontarin sama dr. Andreas ke pasien-pasiennya atau pas lagi ngobrol santai sama temen. Jawabannya macam-macam dan seringkali unik banget. Ada yang pengen jadi pohon pinus biar tinggi menjulang dan kelihatan keren. Ada juga yang pengen jadi ubur-ubur, katanya biar bisa berenang bebas tanpa mikirin tekanan dan ekspektasi dari orang lain. Terus, ada juga yang lucu, pengen jadi ikan mas koki aja biar punya short-term memory alias gampang lupa, biar nggak overthinking terus!
Dari sekian banyak jawaban menarik, ada satu jawaban yang paling bikin dr. Andreas terkesan. Pasiennya yang bernama Lalin, awalnya bilang pengen jadi bunga matahari di kehidupan selanjutnya. Kedengarannya indah banget ya. Bunga matahari kan selalu menghadap cahaya, melambangkan optimisme dan keceriaan. Tapi, di sesi berikutnya, Lalin merevisi jawabannya. Dia tiba-tiba bilang, di kehidupan baru nanti, dia cuma pengen jadi pohon semangka aja. Hah, semangka? Kenapa ya kira-kira Lalin pengen jadi pohon semangka? Pasti ada alasannya dong, ya?
Buku ini tuh isinya campur aduk: ada cerita soal penyesalan, kekecewaan, dan menerima ketidaksempurnaan diri. Makanya, buku ini cocok banget dibaca sama kamu yang mungkin sering merasa dibilang nggak bersyukur sama orang lain. Pas banget juga buat kamu yang suka nyari tempat sepi buat merenung sendirian, mungkin di kursi pinggiran minimarket atau taman. Kalau kamu lagi pengen belajar gimana caranya ‘menanam bunga matahari’ alias menumbuhkan harapan dan kebahagiaan dalam hidup, buku ini bisa jadi teman yang baik. Dan yang paling penting, buku ini buat kamu yang masih terus mencari-cari apa sih sebenarnya makna kebahagiaan sejati buat dirimu sendiri. Penasaran kan pengen tahu kisah Lalin dan kenapa dia memilih pohon semangka?
Bedah Buku: Kelebihan dan Kekurangan Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya¶
Setiap buku pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dong. Nah, mari kita ulas apa aja yang bikin buku dr. Andreas ini menarik dan apa mungkin ada sedikit catatan buat perbaikan ke depannya.
Kelebihan Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya¶
Salah satu kekuatan utama buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya ini ada di cara penulisnya membawakan cerita Lalin. Lalin ini digambarkan sebagai karakter semi-fiksi, artinya ada sentuhan kreatif tapi mungkin terinspirasi dari kisah-kisah nyata yang ditemui dr. Andreas dalam praktiknya. Lalin dikisahkan punya masalah kesehatan yang serius, sampai harus pakai kursi roda buat beraktivitas karena fungsi anggota tubuhnya terganggu. Menariknya, dr. Andreas menceritakan kisah Lalin ini dengan sudut pandang yang humanis banget. Jadi, pas baca, kita tuh diajak buat memahami Lalin, bukan menghakimi atau merasa digurui. Kita bisa merasakan perjuangannya, harapannya, dan rasa sakitnya dari kacamata manusiawi.
Sebagai seorang dokter spesialis kejiwaan, dr. Andreas juga dengan cerdas menyelipkan banyak informasi soal kondisi mental Lalin. Tapi penyampaiannya nggak kaku kayak buku teks, justru bikin kita dapat banyak insight baru dan pengetahuan yang kredibel. Nggak heran, kan, datangnya dari ahlinya langsung. Gaya bahasanya juga mengalir dan nggak bikin bosen, padahal buku ini ngajak kita mikir soal filosofi dan pengetahuan yang lumayan dalam. Penulis jago banget merangkai kata-kata biar gampang dicerna. Format ceritanya yang ngambil dari pengalaman pasien juga bikin kita bisa bercermin lewat kisah Lalin dan percakapannya sama dokter. Kita seolah diajak ikut konsultasi, ngobrolin kehidupan, hubungan sama orang sekitar, gimana menerima ketidaksempurnaan, bahkan sampai soal kematian.
Banyak banget pembaca yang merasa “ini gue banget” pas baca kisah Lalin. Rasanya kayak diwakilkan perasaannya. Dr. Andreas lewat tulisannya tuh kayak memeluk pembaca yang lagi rapuh, ngasih kehangatan dan pengertian. Buku ini nggak cuma bacaan ringan, tapi bisa banget ngasih dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya buat kamu yang ngerasa kurang bersyukur atau lagi bingung gimana caranya memahami diri sendiri dan kehidupan ini dengan lebih baik. Buku ini highly recommended deh pokoknya!
Kekurangan Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya¶
Meskipun banyak banget nilai plusnya, ada satu poin yang mungkin jadi catatan buat sebagian pembaca. Banyak yang penasaran banget sama filosofi di balik keinginan Lalin buat jadi pohon semangka. Judulnya udah bikin penasaran, kan? Nah, ternyata penjelasan soal filosofi pohon semangka di dalam buku ini dirasa kurang mendalam. Kayaknya cuma jadi “pemanis” aja di awal biar judulnya menarik perhatian.
Padahal, kalau penjelasan soal kenapa pohon semangka itu jadi impian Lalin di kehidupan berikutnya digali lebih dalam, mungkin akan menambah kekuatan buku ini lagi. Tapi tenang aja, kekurangan yang satu ini lebih ke arah ekspektasi pembaca aja, dan sama sekali nggak mengurangi nilai positif serta pesan mendalam yang bisa kamu dapetin dari buku ini. Inti pesannya tetap sampai kok, meskipun filosofi semangkanya nggak diulas tuntas.
Pesan Moral dari Si Pohon Semangka¶
Judul buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya ini emang bikin penasaran, tapi lebih dari itu, buku ini ngasih banyak pelajaran berharga. Pesan utama yang paling kena adalah kita tuh punya kekuatan super, yaitu kemampuan buat refleksi atau ngajak diri sendiri ngobrol dari hati ke hati. Refleksi ini bukan buat nentuin “gue harus gini ya”, tapi lebih ke “gue tuh pengen ngapain ya”. Bukan soal perilaku mana yang paling bener di mata orang, tapi perilaku mana yang bikin kita nyaman sama diri sendiri.
Buku ini tuh ajakan buat ngaca bareng, buat lebih bersyukur sama hidup kita, mau itu lagi seneng, lagi sedih, lagi sempurna, atau lagi banyak kekurangan. Karena suka nggak suka, semua itu yang bikin kita jadi manusia seutuhnya. Kita diajak buat sadar, selagi masih ada waktu dan kesempatan, yuk lakuin yang terbaik semampu kita. Nggak perlu nyesel atau pengen balik ke masa lalu. Yang penting itu sekarang. Jadi, mari kita apresiasi diri sendiri, kasih reward kecil buat diri yang udah berjuang sampai titik ini.
Intinya, buku ini ngajak kita buat nerima diri apa adanya, bersyukur buat perjalanan hidup kita yang unik, dan terus bergerak maju dengan nyaman.
Grameds, itu dia sinopsis dan ulasan lengkap buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ. Kalau kamu udah baca review ini dan jadi penasaran banget pengen koleksi bukunya, langsung aja melipir ke Gramedia.com! Di sana, kamu nggak cuma bisa dapetin buku keren ini, tapi juga banyak banget buku best seller lainnya dari berbagai genre. Gramedia.com siap jadi #SahabatTanpaBatas yang selalu nyediain informasi dan produk terbaik buat kamu semua.
Penulis: Gabriela Estefania
Rekomendasi Buku Lain yang Mungkin Kamu Suka¶
Selain buku tentang si wanita yang pengen jadi pohon semangka, ada juga lho buku-buku lain yang temanya mirip-mirip, yaitu soal kesehatan mental, filosofi, dan gimana cara menghadapi tantangan hidup. Cocok banget buat nambah koleksi bacaan yang bikin hati adem dan pikiran tercerahkan.
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring¶
Bayangin deh, kalau seorang psikiater yang sehari-hari nanganin orang berduka, tiba-tiba kehilangan anak sendiri. Pasti berat banget kan? Nah, buku ini ceritain pengalaman dr. Andreas (iya, penulis yang sama!) pas ngalamin duka yang luar biasa setelah kehilangan anaknya. Semua teori duka yang dia pelajarin selama kuliah dan dari pasien-pasiennya seolah nggak ada gunanya. Dia akhirnya nemuin cara unik buat ngelaluiin dukanya: mencuci piring kotor yang numpuk di dapur.
Buku ini tuh potret gimana dr. Andreas memaknai kehilangan besar dalam hidupnya. Ceritanya dibalut gaya santai, kadang disisipi humor gelap yang khas. Tapi di balik itu, banyak panduan praktis yang bisa langsung kita terapin, kayak “Tutorial Mencuci Piring”, “Tutorial Menyusun Puzzle”, dan yang paling menyentuh, “Tutorial Menerima Kematian Seorang Anak”. Judul-judul tutorialnya aja udah bikin penasaran ya. Dr. Andreas bilang, duka itu mirip mencuci piring. Nggak ada yang mau, tapi ya harus ada yang ngerjain. Buku ini bisa jadi teman buat kamu yang lagi berduka atau sekadar pengen belajar gimana sih proses menerima kehilangan itu.
Stay Positive With Marcus Aurelius¶
Siapa nih yang sering ngerasa overthinking? Cemas gara-gara pandemi, kuliah online yang susah konsen, nyari kerja susah, susah berteman, atau malah kesepian padahal pengennya sendirian? Kayaknya keresahan-keresahan itu udah jadi bagian dari hidup anak muda zaman sekarang, ya. Apalagi Gen Z konon katanya lebih rentan kena masalah kesehatan mental. Kompetisi makin ketat, sosial media bikin kepala pusing, akhirnya jadi cemas dan depresi. Duh, rasanya kok susah banget ya buat tetap positif di tengah gempuran masalah kayak gini?
Kalau kamu ngerasain hal itu, coba deh belajar dari Marcus Aurelius. Beliau ini Kaisar Romawi sekaligus guru besar aliran Stoikisme, atau yang kita kenal sebagai Filosofi Teras. Dijuluki juga King of Philosophers, beliau punya banyak banget jawaban jitu buat ngadepin segala keresahan kita. Buku ini ngajak kita ngobrol santai sama Marcus Aurelius, dibantu dua psikolog berpengalaman yang bantuin kita memahami Filosofi Teras dengan bahasa yang gampang. Dijamin dapet jawaban sederhana tapi ngena buat semua masalah hidupmu, mulai dari karier, keluarga, cinta, harta, sampai gimana cara ngubah kesepian jadi momen buat perenungan berharga. Buku ini pas banget buat kamu yang lagi mentok dan butuh pencerahan biar bisa stay positive.
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati¶
Ini buku yang temanya lumayan gelap tapi bikin mikir. Ale, cowok umur 37 tahun yang punya badan bongsor, kulit hitam, dan masalah bau badan, hidupnya nggak mudah. Dari kecil udah di lingkungan keluarga yang nggak support, nggak punya teman dekat, dan sering jadi korban bully di sekolah. Ale didiagnosis depresi akut. Bukannya dia nggak mau berubah, dia udah coba berbagai cara biar diterima, tapi tetep aja gagal. Keluarganya sendiri malah nggak bisa jadi tempat bersandar.
Karena udah putus asa banget, Ale akhirnya memutuskan buat mengakhiri hidupnya. Dia udah siapin semuanya matang-matang biar nggak nyusahin orang. Dia nentuin bakal nelan semua obat antidepresannya 24 jam dari sekarang. Nah, sisa waktu 24 jam ini dihabisin Ale buat ngelakuin hal-hal yang selama ini pengen dia lakuin: beresin apartemen yang berantakan, makan makanan mahal sepuasnya, karaokean sampai mabuk. Buku ini ngasih lihat sudut pandang orang yang lagi di titik terendah dan gimana dia menghabiskan sisa waktu yang dia punya. Meskipun berat, buku ini ngasih perspective yang beda tentang hidup dan kematian.
Gimana Grameds? Udah ada buku yang menarik perhatianmu? Atau malah pengen baca ketiganya? Ketiga buku ini punya benang merah yang sama, yaitu tentang kesehatan mental, perjuangan hidup, dan pencarian makna. Baca buku-buku seperti ini bisa banget ngebantu kita memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik.
Yuk, share pendapatmu tentang buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya di kolom komentar! Atau mungkin kamu punya rekomendasi buku lain yang temanya serupa? Jangan ragu buat tulis ya!
Posting Komentar