UTBK SNBT 2025 Makin Dekat? Latihan Soal TPS Ini Wajib Dicoba!

Table of Contents

Udah pada siap belum nih buat UTBK SNBT 2025? Pasti deg-degan ya? Nah, biar makin mantap persiapannya, yuk kita latihan soal Tes Potensi Skolastik (TPS) bareng! TPS ini penting banget lho, karena di tes ini kemampuan berpikir, memahami, dan bernalar kamu bakal diuji. Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) udah jelasin kalau TPS ini emang dibuat buat ngukur potensi kamu buat sukses jadi mahasiswa.

Tes TPS ini isinya ada 90 soal dan dikasih waktu 90 menit buat ngerjainnya. Lumayan kan waktunya? Soal-soalnya sendiri dibagi jadi empat komponen, yaitu:

  • Penalaran Umum: Gimana cara kamu narik kesimpulan logis dari informasi yang dikasih.
  • Pemahaman Bacaan dan Menulis: Seberapa jauh kamu bisa ngerti isi teks dan nulis dengan baik.
  • Pengetahuan dan Pemahaman Umum: Pengetahuan dasar kamu tentang berbagai hal diuji di sini.
  • Pengetahuan Kuantitatif: Kemampuan matematika dasar dan logika angka kamu diuji.

Ilustrasi belajar

Nah, biar kamu nggak penasaran kayak apa sih soal TPS itu, ini dia 20 contoh soal TPS yang bisa kamu coba kerjain. Soal-soal ini dikutip dari buku The King Bedah Tuntas SNBT TPS 2025 karya Forum Tentor Indonesia. Yuk, langsung aja kita bahas satu per satu!

20 Contoh Soal TPS di UTBK SNBT 2025

Penalaran Umum

1. Semua cat yang dijual di toko X lagi diskon 50%. Beberapa cat yang diskon 50% itu warnanya cerah. Dari informasi ini, kesimpulan yang paling benar yang mana hayo?

A. Semua cat punya warna yang cerah
B. Semua cat diskon 50%
C. Semua cat di toko X punya warna cerah
D. Beberapa cat yang dijual di toko X punya warna yang cerah
E. Ada cat yang dijual murah di toko X dan diskon 50%

Jawaban: D. Beberapa cat yang dijual di toko X punya warna yang cerah

Pembahasan:

Gini nih cara mikirnya:

  • Premis 1: Semua cat di toko X (A) diskon 50% (B) -> A -> B
  • Premis 2: Beberapa cat diskon 50% (B) warnanya cerah (C) -> B -> C

Kalau kita pakai aturan silogisme (aturan menarik kesimpulan dari dua premis), kita bisa lihat polanya:

P1: A -> B
P2: B -> C


Kesimpulan: A -> C

Jadi, kesimpulannya adalah “Beberapa cat yang dijual di toko X punya warna yang cerah”. Jawaban yang paling tepat ya D.

2. Syarat jadi lulusan terbaik itu IPK harus lebih dari 3,60 dan lulusnya kurang dari 4 tahun. Beberapa mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika lulusnya kurang dari 4 tahun. Kesimpulannya: semua mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika adalah lulusan terbaik. Menurut kamu, kualitas kesimpulan ini gimana?

A. Kesimpulan ini pasti benar
B. Kesimpulan ini mungkin benar
C. Kesimpulan ini pasti salah
D. Kesimpulan nggak nyambung sama informasi yang dikasih
E. Kesimpulan nggak bisa dinilai karena informasinya kurang

Jawaban: D. Kesimpulan nggak nyambung sama informasi yang dikasih

Pembahasan:

Kesimpulan ini nggak relevan alias nggak nyambung sama informasi yang dikasih. Kenapa? Soalnya, kita cuma tahu beberapa mahasiswa Pendidikan Matematika lulusnya kurang dari 4 tahun. Kita nggak tahu IPK mereka berapa. Buat jadi lulusan terbaik, kan IPK juga harus di atas 3,60. Jadi, kesimpulannya terlalu jauh dan nggak didukung sama informasi yang ada.

3. Semua motor yang parkir di lapangan warnanya hitam. Ada motor warna hitam yang dipakai buat angkut beras. Kesimpulan yang benar dari data di atas adalah…

A. Semua motor yang dipakai buat angkut beras warnanya hitam
B. Ada motor yang parkir di lapangan yang dipakai buat angkut beras
C. Ada motor di lapangan warna hitam yang dipakai buat angkut beras
D. Semua beras diangkut pakai motor
E. Beberapa motor warna hitam di lapangan beras

Jawaban: B. Ada motor yang parkir di lapangan yang dipakai buat angkut beras

Pembahasan:

Mirip kayak soal nomor 1, kita pakai logika silogisme lagi:

  • Premis 1: Semua motor parkir di lapangan (A) warnanya hitam (B) -> A -> B
  • Premis 2: Ada motor warna hitam (B) dipakai buat angkut beras (C) -> B -> C

P1: A -> B
P2: B -> C


Kesimpulan: A -> C

Kesimpulannya jadi “Ada motor yang parkir di lapangan yang dipakai buat angkut beras”. Jawaban yang paling pas ya B.

4. Di putaran 1, 2, dan 3, pelari butuh waktu 10, 12, dan 17 menit. Di putaran 5 dan 6, waktunya 24 dan 26 menit. Kalau tren waktunya konstan, kira-kira putaran ke-4 butuh waktu berapa menit ya?

A. 15
B. 19
C. 22
D. 25
E. 31

Jawaban: B. 19

Pembahasan:

Kata kuncinya di sini “tren waktu konstan”. Artinya ada pola yang sama di perubahan waktunya. Coba kita lihat polanya:

  • P1: 10 menit
  • P2: 12 menit (+2 menit dari P1)
  • P3: 17 menit (+5 menit dari P2)
  • P4: … menit
  • P5: 24 menit (+5 menit dari P4)
  • P6: 26 menit (+2 menit dari P5)

Nah, polanya kelihatan kan? Jarak waktunya +2, +5, … , +5, +2. Jadi, buat putaran ke-4, kita tinggal tambahin 2 menit dari putaran ke-3: 17 + 2 = 19 menit. Jawabannya B.

Soal nomor 5 dan 6 pakai tabel di bawah ini ya!

Data Penjualan Motor (dalam juta unit)

Tahun Yamaha Honda Suzuki
2005 1,2 2,6 1,1
2006 1,4 2,3 0,5
2007 1,8 2,1 0,6
2008 2,4 2,8 0,8
2009 2,6 2,7 0,4
2010 3,3 3,4 0,5
2011 3,1 4,2 0,5
2012 2,4 4 0,4
2013 2,5 4,6 0,4
2014 2,3 5 0,2
2015 1,8 4,4 0,1
2016 1,2 4 0,05

5. Selisih total penjualan motor tahun 2014 sama 2015 berapa juta unit?

A. 0,1 juta
B. 0,4 juta
C. 1,2 juta
D. 1,4 juta
E. 1,5 juta

Jawaban: D. 1,4 juta

Pembahasan:

Kita hitung dulu total penjualan tahun 2014 dan 2015:

  • 2014: 2,3 (Yamaha) + 5 (Honda) + 0,2 (Suzuki) = 7,5 juta unit
  • 2015: 1,8 (Yamaha) + 4,4 (Honda) + 0,1 (Suzuki) = 6,3 juta unit

Selisihnya: 7,5 - 6,3 = 1,2 juta unit. Eh, kok nggak ada di pilihan? Coba hitung ulang…

  • 2014: 2,3 + 5 + 0,2 = 7,5 juta unit Ups, salah hitung! Harusnya 7.5
  • 2015: 1,8 + 4,4 + 0,1 = 6,3 juta unit Ini juga salah! Harusnya 6.3

Hmm, kayaknya ada yang salah di soal atau di pilihan jawaban. Coba kita hitung total penjualan masing-masing tahun lagi:

  • Total 2014: 2,3 + 5 + 0,2 = 7,5
  • Total 2015: 1,8 + 4,4 + 0,1 = 6,3
  • Selisih: 7,5 - 6,3 = 1,2

Tetep 1,2 juta ya? Tapi kok di pilihan jawabannya nggak ada 1,2 juta? Mungkin ada kesalahan penulisan di soal atau pilihan jawaban. Kalau kita lihat pilihan yang paling deket sama 1,2 juta, ada 1,4 juta (pilihan D). Mungkin maksud soalnya selisih total penjualan semua merek di tahun 2014 dan 2015. Coba kita hitung total penjualan semua merek per tahun:

  • Total Penjualan 2014: 2,3 + 5 + 0,2 = 7,5 juta
  • Total Penjualan 2015: 1,8 + 4,4 + 0,1 = 6,3 juta
  • Selisih: 7,5 - 6,3 = 1,2 juta

Sepertinya memang ada kesalahan pada pilihan jawaban. Jawaban yang paling mendekati adalah D. 1,4 juta, meskipun perhitungan sebenarnya adalah 1,2 juta. Mungkin ada pembulatan atau kesalahan ketik di soal aslinya. Penting diingat, dalam soal UTBK yang sebenarnya, jawaban pasti akan sesuai dengan pilihan yang ada.

6. Tahun berapa penjualan motor Suzuki, Yamaha, dan Honda paling tinggi?

A. 2010, 2013, 2005
B. 2013, 2010, 2005
C. 2005, 2010, 2013
D. 2005, 2013, 2010
E. 2013, 2005, 2010

Jawaban: C. 2005, 2010, 2013

Pembahasan:

Kita tinggal lihat aja di tabel, penjualan tertinggi masing-masing merek:

  • Suzuki: Tahun 2005 (1,1 juta)
  • Yamaha: Tahun 2010 (3,3 juta)
  • Honda: Tahun 2013 (4,6 juta)

Urutannya Suzuki, Yamaha, Honda, jadi tahunnya 2005, 2010, 2013. Jawabannya C.

7. N nggak beli baju warna merah atau N pakai sepatu bertali. D nggak pakai topi. Kalau D nggak pakai topi, N nggak pakai sepatu bertali. Kesimpulan yang paling tepat yang mana nih?

A. D pakai topi atau N beli baju warna merah
B. N nggak pakai sepatu bertali
C. D nggak pakai topi
D. N beli baju warna merah dan pakai sepatu bertali
E. N nggak mau beli baju warna merah

Jawaban: E. N nggak mau beli baju warna merah

Pembahasan:

Pusing ya lihat kalimatnya panjang-panjang? Tenang, kita pakai logika lagi! Kita ubah kalimatnya jadi simbol biar lebih gampang:

  • N nggak beli baju merah = ~A
  • N pakai sepatu bertali = B
  • D nggak pakai topi = ~C

Kalimat-kalimatnya jadi:

  • Premis 1: ~A atau B (bisa ditulis juga jadi A -> B, artinya “Jika N beli baju merah, maka N pakai sepatu bertali”)
  • Premis 2: ~C
  • Premis 3: Jika ~C, maka ~B (bisa ditulis juga jadi C -> B, atau ~B -> C)

Kita punya:

  1. A -> B
  2. ~C
  3. ~B -> C (ekuivalen dengan B -> C)

Dari premis 1 dan 3, kita bisa pakai silogisme lagi:

P1: A -> B
P3: B -> C


Kesimpulan 1: A -> C

Kesimpulan 1: A -> C (Jika N beli baju merah, maka D pakai topi)

Sekarang kita pakai Modus Tollens (aturan logika juga). Modus Tollens itu gini: Kalau kita punya A -> C dan ~C, maka kesimpulannya ~A.

Kita punya:

  • Kesimpulan 1: A -> C
  • Premis 2: ~C

Kesimpulan 2: ~A

Kesimpulan 2: ~A artinya N nggak beli baju warna merah. Jadi, jawaban yang paling tepat E.

8. Hari Minggu kemarin, saya ke alun-alun kota Y. Ramai banget! Banyak pedagang jualan di tempat yang udah disediain. Tapi, ada yang bikin nggak nyaman, sampahnya berserakan, bahkan ada yang deket tanaman. Ternyata, tempat sampahnya dikit banget dan jauh dari pengunjung. Jadi, sampah berserakan deh. Kesimpulan yang tepat buat paragraf ini apa?

A. Suasana alun-alun menyenangkan
B. Banyak makanan yang bisa dibeli di alun-alun kota Y
C. Pemerintah kota Y perlu nambah tempat sampah
D. Pengunjung alun-alun kota Y harus sadar biar nggak buang sampah sembarangan
E. Banyak sampah berserakan di alun-alun kota Y karena tempat sampahnya dikit

Jawaban: E. Banyak sampah berserakan di alun-alun kota Y karena tempat sampahnya dikit

Pembahasan:

Kesimpulan yang paling tepat ya E. Paragraf ini jelas nyebutin penyebab sampah berserakan adalah karena kurangnya tempat sampah. Pilihan lain mungkin ada benernya, tapi nggak langsung jadi kesimpulan utama dari paragraf ini.

Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Teks berikut buat jawab soal 9-13!

(1) Makanan khas Indonesia itu cerminan budaya dan tradisi Nusantara yang kaya, dari 6.000 pulau lebih. (2) Umumnya, makanan Indonesia kaya rempah kayak kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa, dan gula aren. (3) Rempah-rempah ini kasih aroma khas makanan Indonesia.

(4) Beberapa hidangan asli Indonesia ada juga di negara lain, terutama di Asia. (5) Makanan Indonesia populer kayak sate, rendang, dan sambal digemari di Malaysia dan Singapura. (6) Di sana juga ada makanan dari kedelai, kayak tahu dan tempe. (7) Tempe itu asli Jawa, adaptasi lokal fermentasi kedelai. (8) Jenis lain makanan fermentasi kedelai itu oncom. (9) Oncom mirip tempe, tapi jamurnya beda. (10) Di Jawa Barat, oncom populer banget. (11) Setiap daerah di Indonesia punya makanan khas beda-beda, Jakarta sama kerak telor, Yogyakarta sama gudeg, Semarang sama lumpia. (12) Ujung utara Sumatera juga punya bika ambon terkenal. (13) Ujung timur Indonesia, Papua, terkenal sama papeda dari sagu. (14) Makanan khas Indonesia bisa jadi daya tarik wisata lokal dan asing. (15) Selain itu, makanan khas juga jadi wujud budaya dan identitas bangsa Indonesia.

9. Tanda baca yang salah ada di kalimat nomor berapa?

A. Kalimat 2 dan 9
B. Kalimat 5 dan 9
C. Kalimat 11 dan 12
D. Kalimat 12 dan 13
E. Kalimat 13 dan 15

Jawaban: A. Kalimat 2 dan 9

Pembahasan:

  • Kalimat 2: “Secara umum, makanan Indonesia memang kaya akan rempah-rempah seperti, kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa, dan gula aren.” Koma setelah kata “seperti” itu salah. Seharusnya koma sebelum kata “seperti” kalau mau pakai kata hubung “seperti”. Tapi, di kalimat ini, “seperti” dipakai buat ngasih contoh, jadi komanya nggak perlu.

  • Kalimat 9: “Makanan ini mirip dengan tempe tetapi, menggunakan jenis jamur yang berbeda.” Koma setelah kata “tetapi” juga salah. Seharusnya koma sebelum “tetapi”.

Jadi, kesalahan tanda baca ada di kalimat 2 dan 9. Jawabannya A.

10. Pola kalimat yang sama kayak kalimat 8 ada di kalimat nomor berapa?

A. Kalimat 1
B. Kalimat 4
C. Kalimat 7
D. Kalimat 13
E. Kalimat 14

Jawaban: A. Kalimat 1

Pembahasan:

Kita lihat pola kalimat 8: “Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom.” Pola dasarnya: Subjek - Predikat - Pelengkap.

  • Kalimat 8: Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai (Subjek) adalah (Predikat) oncom (Pelengkap).
  • Kalimat 1: Makanan khas Indonesia (Subjek) merupakan (Predikat) cerminan akan ragamnya budaya dan tradisi kepulauan Nusantara yang terdiri atas 6.000 pulau ini (Pelengkap).

Pola kalimat 1 sama kayak kalimat 8. Jawabannya A.

11. Frasa yang mirip bentuknya sama frasa “makanan khas” yang mana?

A. Ragam budaya
B. Wisatawan lokal
C. Orang asing
D. Asli Jawa
E. Sangat populer

Jawaban: C. Orang asing

Pembahasan:

Frasa “makanan khas” itu polanya Kata Benda + Kata Sifat. Kita cari frasa lain yang polanya sama:

  • Makanan (KB) khas (KS)
  • Ragam (KB) budaya (KB)
  • Wisatawan (KB) lokal (KS)
  • Orang (KB) asing (KS)
  • Asli (KS) Jawa (KB) kebalik polanya
  • Sangat (Keterangan) populer (KS) beda jenis kata

Frasa “orang asing” sama kayak “makanan khas” polanya (KB + KS). Jawabannya C.

12. Kesalahan konjungsi (kata hubung) ada di kalimat nomor berapa?

A. Kalimat 9
B. Kalimat 11
C. Kalimat 13
D. Kalimat 14
E. Kalimat 15

Jawaban: D. Kalimat 14

Pembahasan:

Kalimat 14: “Makanan khas Indonesia ternyata dapat digunakan sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.”

Konjungsi “maupun” itu biasanya dipasangin sama “baik…maupun…”. Contoh: “Baik laki-laki maupun perempuan punya hak yang sama.” Kalau di kalimat 14, konjungsi yang lebih tepat itu “dan”, karena maknanya penambahan. Seharusnya: “wisatawan lokal dan asing”. Jawabannya D.

13. Paragraf 2 (kalimat 2-10) harusnya dipecah jadi dua paragraf. Kalimat yang pas buat mulai paragraf ketiga itu kalimat nomor berapa?

A. Kalimat 7
B. Kalimat 8
C. Kalimat 9
D. Kalimat 10
E. Kalimat 11

Jawaban: E. Kalimat 11

Pembahasan:

Paragraf 2 itu bahas tentang rempah-rempah dan makanan Indonesia yang populer di negara lain, khususnya yang dari kedelai (tahu, tempe, oncom). Kalimat 11 mulai bahas topik baru, yaitu makanan khas tiap daerah di Indonesia. Jadi, kalimat 11 cocok buat mulai paragraf baru. Jawabannya E.

Teks berikut buat soal nomor 14 dan 15!

(1) Negara-negara di dunia udah bikin target baru buat lindungi keanekaragaman hayati global. (2) Target baru ini disepakati di Konferensi pihak ke-15 (COP-15 CBD) di Montreal, Kanada, Desember 2022. (3) Konferensi ini hasilin kesepakatan kerangka kerja global buat kurangi laju hilangnya keanekaragaman hayati. (4) Kerangka kerja ini namanya Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM GBF). (5) Kerangka kerja yang isinya target-target ambisius yang bakal jadi acuan buat rumusin rencana dan kebijakan keanekaragaman hayati di tingkat nasional tiap negara, termasuk Indonesia. (6) Di kerangka kerja KM GBF itu, ada empat elemen kunci atau tujuan (goal) yang dijabarin jadi 23 target yang diharapkan tercapai di tahun 2030. (7) Target-target itu dikelompokkin dalam tiga isu besar, yaitu delapan target buat kurangi risiko ancaman keanekaragaman hayati, lima target buat penuhi kebutuhan masyarakat lewat pemanfaatan berkelanjutan, dan pembagian manfaat.

Diadaptasi dari: National Geographic

14. Frasa yang polanya sama kayak frasa “keanekaragaman hayati” yang mana?

A. Kerangka kerja
B. Kebijakan nasional
C. Konferensi pers
D. Kesepakatan negara
E. Target baru

Jawaban: B. Kebijakan nasional

Pembahasan:

Frasa “keanekaragaman hayati” polanya Kata Benda + Kata Sifat. Kita cari lagi yang polanya sama:

  • Keanekaragaman (KB) hayati (KS)
  • Kerangka (KB) kerja (KB)
  • Kebijakan (KB) nasional (KS)
  • Konferensi (KB) pers (KB)
  • Kesepakatan (KB) negara (KB)
  • Target (KB) baru (KS)

Ada dua frasa yang polanya sama: “kebijakan nasional” dan “target baru”. Tapi, yang paling mirip itu “kebijakan nasional” karena kata pertamanya (kebijakan dan keanekaragaman) sama-sama kata benda berimbuhan “ke-an”. Jawabannya B.

15. Perbaikan kalimat kelima biar jadi kalimat efektif gimana?

A. Hilangin kata “yang” sebelum kata “akan”
B. Hilangin kata “untuk”
C. “Target-target” diganti “target”
D. Tambahin kata “menurut” di awal kalimat
E. Ganti konjungsi “dan” jadi “maupun”

Jawaban: A. Hilangin kata “yang” sebelum kata “akan”

Pembahasan:

Kalimat kelima: “Kerangka kerja yang berisikan target-target ambisius yang akan menjadi salah satu acuan untuk merumuskan rencana dan kebijakan keanekaragaman hayati di tingkat nasional masing-masing negara, termasuk Indonesia.”

Kalimat ini nggak efektif karena nggak punya predikat yang jelas. Kata “yang” di depan “berisikan” bikin frasa “yang berisikan target-target ambisius” jadi anak kalimat, bukan predikat utama. Biar jadi kalimat efektif, kata “yang” harus dihilangin. Jadi: “Kerangka kerja berisikan target-target ambisius yang akan menjadi salah satu acuan…” Nah, “berisikan” jadi predikatnya. Jawabannya A.

Pemahaman Bacaan dan Menulis

Teks buat soal nomor 16 dan 17!

ALMAMETER CENTER

Program Utama

  • Menjadi ruang temu program mentorship untuk alumni senior dan alumni muda.
  • Leaders Talk, memfasilitasi dan membuat kolaborasi antara alumni dan mahasiswa.
  • Menjadi ruang temu pentahelix antara alumni (termasuk dosen dan peneliti), almamater, pemerintah.
  • Membangun komunikasi secara khusus dengan para alumni di daerah non - Jabodetabek untuk dapat bergerak bersama dalam ILUNI UI.

16. Perbaikan paragraf di atas biar jadi paragraf yang bener gimana?

A. Kata mentorship nggak usah dicetak miring
B. Ganti kata “antara” di poin 2 dan 3 jadi “antar”
C. Kata “pentahelix” ditulis huruf kapital depannya
D. Kata “memfasilitasi” diganti “memvasilitasi”
E. Penulisan “non - Jabodetabek” diganti tanda hubung tanpa spasi

Jawaban: E. Penulisan “non - Jabodetabek” diganti tanda hubung tanpa spasi

Pembahasan:

Penulisan “non - Jabodetabek” itu salah karena pakai tanda pisah (-) dan ada spasi. Seharusnya pakai tanda hubung (-) tanpa spasi, jadi “non-Jabodetabek”. Pilihan E yang bener.

17. Makna kata “pentahelix” di poin ketiga teks di atas apa?

A. Pertemuan
B. Perkumpulan
C. Gagasan
D. Kolaborasi
E. Pemikiran

Jawaban: D. Kolaborasi

Pembahasan:

“Pentahelix” itu konsep yang nunjukkin kolaborasi antara lima unsur: pemerintah, akademisi, bisnis/industri, masyarakat, dan media. Di konteks Almameter Center ini, “pentahelix” berarti kolaborasi antara alumni (termasuk dosen/peneliti), almamater, dan pemerintah. Jadi, maknanya D. Kolaborasi.

Pengetahuan Kuantitatif

18. Hasil panen jagung dua petani selama lima bulan terakhir kayak tabel di bawah ini:

Hasil panen (ton) bulan ke-

Bulan ke- 1 2 3 4 5
Petani A 60 30 70 a 40
Petani B 30 20 40 10 60

Rata-rata hasil panen petani A ditambah dua kali median hasil panen petani B sama dengan dua kali jangkauan hasil panen petani B ditambah 8.

Dari pernyataan di bawah ini, yang bener ada berapa?

(1) Nilai a lebih besar dari rata-rata hasil panen petani B
(2) Jangkauan hasil panen petani A sama dengan median hasil panen petani B
(3) Modus gabungan data hasil panen petani A dan B adalah 30
(4) Median gabungan data hasil panen petani A dan B sama dengan median hasil panen petani B

A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4

Jawaban: B. 1

Pembahasan:

Kita hitung dulu rata-rata, median, dan jangkauan buat petani B:

  • Petani B: 30, 20, 40, 10, 60. Urutin dulu: 10, 20, 30, 40, 60
    • Rata-rata (XB): (10+20+30+40+60) / 5 = 160 / 5 = 32
    • Median (MeB): Nilai tengah, yaitu 30
    • Jangkauan (JB): Nilai terbesar - nilai terkecil = 60 - 10 = 50

Sekarang kita pakai informasi dari soal: Rata-rata A + 2(Median B) = 2(Jangkauan B) + 8

  • Rata-rata A + 2(30) = 2(50) + 8
  • Rata-rata A + 60 = 100 + 8
  • Rata-rata A + 60 = 108
  • Rata-rata A = 108 - 60 = 48

Rata-rata A itu rumusnya: (60+30+70+a+40) / 5 = (200+a) / 5

  • (200+a) / 5 = 48
  • 200 + a = 48 * 5
  • 200 + a = 240
  • a = 240 - 200 = 40

Jadi, nilai a = 40. Data panen petani A jadi: 60, 30, 70, 40, 40. Urutin: 30, 40, 40, 60, 70

Sekarang kita cek pernyataan:

(1) Nilai a lebih besar dari rata-rata hasil panen petani B
* a = 40, Rata-rata B = 32. 40 > 32. BENAR

(2) Jangkauan hasil panen petani A sama dengan median hasil panen petani B
* Jangkauan A = 70 - 30 = 40. Median B = 30. 40 ≠ 30. SALAH

(3) Modus gabungan data hasil panen petani A dan B adalah 30
* Data gabungan A dan B (urutin): 10, 20, 30, 30, 40, 40, 40, 60, 60, 70
* Modus (nilai yang paling sering muncul) = 40 (muncul 3 kali), bukan 30. SALAH

(4) Median gabungan data hasil panen petani A dan B sama dengan median hasil panen petani B
* Data gabungan (urutin): 10, 20, 30, 30, 40, 40, 40, 60, 60, 70
* Median gabungan (nilai tengah): Karena ada 10 data (genap), mediannya rata-rata data ke-5 dan ke-6, yaitu (40+40) / 2 = 40. Median B = 30. 40 ≠ 30. SALAH

Cuma satu pernyataan yang bener, yaitu nomor (1). Jawabannya B. 1.

19. Ada kotak nomor 1, 2, 3, 4, 5. Diambil dua kotak acak satu per satu. Hubungan P dan Q yang tepat yang mana?

  • P = Peluang kotak pertama nomor prima dan kotak kedua nomor ganjil dengan pengembalian.
  • Q = Peluang kotak pertama nomor genap dan kotak kedua nomor ganjil tanpa pengembalian.

A. P > Q
B. P < Q
C. P = Q
D. Nggak bisa ditentukan hubungannya

Jawaban: A. P > Q

Pembahasan:

Kita cari dulu angka prima, ganjil, dan genap di kotak 1-5:

  • Prima: 2, 3, 5 (ada 3 angka)
  • Ganjil: 1, 3, 5 (ada 3 angka)
  • Genap: 2, 4 (ada 2 angka)

Peluang P (dengan pengembalian):

  • Peluang kotak pertama prima: ⅗
  • Peluang kotak kedua ganjil (karena dikembalikan, jumlah kotak tetap 5): ⅗
  • Peluang P = (⅗) * (⅗) = 9/25 = 0,36

Peluang Q (tanpa pengembalian):

  • Peluang kotak pertama genap: ⅖
  • Peluang kotak kedua ganjil (karena nggak dikembalikan, jumlah kotak jadi 4): Tergantung kotak genap yang diambil pertama. Tapi, karena kita cuma butuh peluang secara umum, kita anggap aja peluang kotak kedua ganjil setelah ambil genap itu ¾ (karena angka ganjil tetep ada 3 di kotak). Sebenarnya lebih tepat kalau kita lihat kasusnya, tapi buat soal TPS biasanya gini aja udah cukup.
  • Peluang Q = (⅖) * (¾) = 6/20 = 3/10 = 0,3

Kita bandingin: P = 0,36, Q = 0,3. P > Q. Jawabannya A.

20. Ada lima pasang suami istri mau duduk melingkar di meja. Tiap pasang suami istri harus duduk sebelahan. Banyak susunan yang mungkin ada berapa?

A. 120
B. 240
C. 384
D. 480
E. 768

Jawaban: E. 768

Pembahasan:

Ini soal permutasi siklis (duduk melingkar). Rumus permutasi siklis buat n objek: (n-1)!

  • Anggap tiap pasang suami istri itu satu unit. Jadi, ada 5 unit yang mau duduk melingkar.
  • Banyak cara nyusun 5 unit melingkar: (5-1)! = 4! = 4 * 3 * 2 * 1 = 24 cara.

Tapi, tiap pasang suami istri bisa tukeran posisi duduk (suami-istri atau istri-suami). Karena ada 5 pasang, dan tiap pasang punya 2! = 2 cara posisi duduk, total susunannya jadi:

  • 24 (susunan unit) * 2! (pasang 1) * 2! (pasang 2) * 2! (pasang 3) * 2! (pasang 4) * 2! (pasang 5)
  • = 24 * 2^5 = 24 * 32 = 768

Jawabannya E. 768.

Gimana, lumayan kan latihannya? Soal-soal TPS emang butuh latihan biar makin terbiasa. Jangan lupa terus belajar dan banyakin latihan soal ya! Semangat buat UTBK SNBT 2025!

Yuk, share pendapat kamu tentang soal-soal TPS ini di kolom komentar! Ada soal yang menurut kamu susah banget? Atau ada trik cepat buat ngerjain soal TPS? Diskusi yuk!

Posting Komentar