Rahasia Terungkap! Intip Proses Kreatif Penulisan Biografi Van der Pijl
Beberapa waktu lalu, tepatnya sekitar bulan Februari, saya melihat pengumuman menarik di beranda media sosial. Ternyata ada seleksi penulis feature biografi singkat tentang tokoh-tokoh penting di Kota Banjarbaru. Acara ini keren banget karena diinisiasi oleh Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, dan merupakan bagian dari Festival Literasi yang sudah rutin diadakan setiap tahun selama 5 tahun terakhir. Keren ya!
Awalnya, saya tertarik banget untuk ikut. Tapi, jujur, saya sempat bingung juga mau menulis biografi tentang siapa. Setelah sedikit riset dan mikir-mikir, akhirnya pilihan saya mengerucut ke beberapa nama. Ada H. E. Benyamine, A. R. Sagala, dan Vivi Zubedi. Nama-nama ini cukup dikenal di Banjarbaru dan punya cerita hidup yang inspiratif.
Dilema Memilih Tokoh Biografi¶
Tapi ternyata, pas mau mulai menulis, kok rasanya kurang sreg ya dengan ketiga tokoh tadi. Entah kenapa, ide tentang mereka belum terlalu kuat di kepala saya. Akhirnya, setelah bolak-balik ganti pilihan tokoh, saya menemukan sosok yang benar-benar menarik perhatian saya. Pilihan saya jatuh pada seorang arsitek asal Belanda bernama D.A.W. Van der Pijl.
Siapa sih Van der Pijl ini? Ternyata, beliau adalah arsitek yang diutus langsung oleh Presiden Soekarno sekitar 50 tahun lalu. Tugasnya penting banget, yaitu mewujudkan ide dari Dr. Murdjani, yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Kalimantan kedua. Dr. Murdjani punya gagasan besar untuk memindahkan ibukota Kalimantan dari Banjarmasin ke tempat yang lebih representatif. Nah, Van der Pijl inilah yang kemudian ditugaskan untuk mewujudkan ide tersebut.
Ceritanya, Dr. Murjani ingin banget ibukota Kalimantan pindah dari Banjarmasin ke lokasi yang lebih strategis dan modern. Van der Pijl kemudian melakukan riset mendalam ke berbagai daerah untuk mencari lokasi yang pas. Setelah berkeliling dan meneliti berbagai tempat, akhirnya Van der Pijl menemukan daerah perbukitan yang lokasinya tidak jauh dari Landasan Ulin. Daerah ini dulunya dikenal dengan nama Gunung Apam. Dan di sinilah, di Gunung Apam inilah, pembangunan kota Banjarbaru dimulai. Jadi, Van der Pijl ini bisa dibilang adalah sosok kunci di balik lahirnya kota Banjarbaru.
Asal-Usul Nama Banjarbaru¶
Ada cerita menarik juga tentang asal-usul nama Banjarbaru. Konon, nama Banjarbaru ini pertama kali dicetuskan oleh Van der Pijl sendiri. Waktu itu, Van der Pijl memberi nama proyeknya dengan sebutan “Bandjar Baroe”. Kata “Bandjar” diambil karena wilayah Banjarbaru ini dulunya memang merupakan bagian dari Kabupaten Banjar, tepatnya Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Cempaka. Sementara kata “Baroe” atau “Baru” ditambahkan untuk membedakan wilayah baru ini dengan daerah Kabupaten Banjar yang sudah ada sebelumnya. Jadi, cukup simpel dan logis ya penamaan kota ini.
Oh iya, nama lengkap Van der Pijl itu sebenarnya Dirk Andries Williem Van der Pijl. Tapi, banyak orang lebih familiar dengan nama belakangnya saja, yaitu Van der Pijl. Padahal, dalam struktur nama orang Belanda, awalan “Van der” itu punya arti khusus lho. “Van der” itu menunjukkan asal keluarga, atau bisa dibilang seperti nama marga kalau di budaya Batak. Jadi, Dirk Andries Williem Van der Pijl itu artinya Dirk Andries Williem yang berasal dari keluarga Pijl. Menarik ya ternyata!
Bertemu Keluarga Van der Pijl¶
Salah satu hal yang paling seru dan berkesan dari proses pembuatan biografi ini adalah kesempatan untuk bertemu langsung dengan keluarga tokoh yang saya tulis. Bahkan, saya juga bisa bertemu dengan keluarga tokoh-tokoh lain yang ditulis oleh peserta lain. Semua pertemuan ini difasilitasi dengan baik oleh Dinas Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Mereka benar-benar mendukung penuh acara ini.
Untuk biografi Van der Pijl yang saya tulis, keluarga yang hadir adalah cucu beliau sendiri, yaitu Mas Adi. Mas Adi ini adalah anak kedua dari putri pertama Van der Pijl dari pernikahannya dengan Anna Gaspers. Pertemuan dengan Mas Adi ini sangat berharga karena memberikan perspektif orang terdekat tentang sosok Van der Pijl.
Sayangnya, Mas Adi waktu itu masih sangat kecil, baru berumur 4 tahun, ketika kakeknya meninggal dunia. Jadi, kenangan tentang kakeknya tidak terlalu banyak. Mas Adi justru lebih dekat dengan neneknya, karena neneknya meninggal 20 tahun setelah kakeknya. Meskipun begitu, Mas Adi tetap punya beberapa cerita dan informasi penting tentang kakeknya yang sangat membantu dalam penulisan biografi ini.
Dalam pertemuan itu, Mas Adi lebih banyak bercerita tentang hal-hal yang terjadi setelah kakeknya meninggal. Ini juga menarik, karena memberikan gambaran tentang dampak dan warisan yang ditinggalkan Van der Pijl bagi keluarganya. Seandainya saja halaman biografi ini tidak dibatasi, pasti semua cerita dari Mas Adi akan saya masukkan di bagian akhir biografi Van der Pijl. Sayang sekali ada batasan halaman, jadi harus dipilih-pilih mana yang paling relevan dan penting.
Proses Kreatif di Balik Biografi¶
Menulis biografi itu ternyata seru sekaligus menantang ya. Kita harus riset mendalam tentang tokoh yang akan ditulis, mencari informasi dari berbagai sumber, dan berusaha memahami karakter serta pemikiran tokoh tersebut. Apalagi kalau tokohnya sudah wafat, kita harus menggali informasi dari orang-orang terdekatnya, dokumen-dokumen sejarah, atau sumber-sumber lain yang relevan.
Dalam kasus biografi Van der Pijl ini, tantangannya adalah mencari informasi tentang sosok yang berasal dari Belanda dan hidup di masa lalu. Untungnya, dengan bantuan internet dan berbagai sumber daring, informasi tentang Van der Pijl sedikit demi sedikit bisa terkumpul. Pertemuan dengan Mas Adi juga menjadi sumber informasi yang sangat berharga, karena memberikan sentuhan personal dan cerita-cerita yang mungkin tidak bisa ditemukan di sumber lain.
Proses penulisan biografi ini juga mengajarkan saya banyak hal. Saya jadi lebih memahami sejarah Banjarbaru, lebih mengenal sosok Van der Pijl yang berjasa dalam pembangunan kota ini, dan belajar tentang proses kreatif dalam menulis biografi. Yang paling penting, saya jadi terinspirasi untuk terus belajar dan berkarya, serta mengabadikan kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh hebat di sekitar kita.
Menulis biografi ini bukan cuma sekadar menulis cerita tentang seseorang, tapi juga tentang menggali nilai-nilai kehidupan, inspirasi, dan pelajaran yang bisa kita petik dari perjalanan hidup tokoh tersebut. Semoga biografi Van der Pijl ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi bagi para pembaca, khususnya masyarakat Banjarbaru.
Gimana menurut kalian? Ada yang tertarik juga untuk menulis biografi? Atau mungkin punya cerita menarik tentang tokoh-tokoh inspiratif di sekitar kalian? Yuk, sharing di kolom komentar!
Posting Komentar